IND Proverbs Sura 1

Proverbs 1

IND · Linganisha · Sauti

1Inilah kumpulan kata-kata bijak dari Salomo anak Daud, raja Israel. 2Nasihat-nasihat ini ditulis untuk mengajarkan cara hidup yang bijaksana 3agar orang memperoleh didikan tentang cara bersikap bijaksana 4Nasihat-nasihat ini memberi pengajaran bagi orang yang tidak berpengalaman agar lebih berwawasan, 1:4 tidak berpengalaman Frasa ‘tidak berpengalaman’ dalam kitab ini menerjemahkan kata Ibrani yang mengandung arti luas, antara lain berwawasan sempit, naif, tidak tahu banyak tentang kehidupan, dan sejenisnya. 5Mari, siapa yang bijaksana, 6agar kamu dapat menyelami makna peribahasa, 7Sikap hormat dan takut akan TUHAN adalah cara yang pertama dan terutama untuk menjadi bijak, tidak menghargai kebijaksanaan dan tak mau diajar. 1:7 orang-orang bebal Di dalam Alkitab, khususnya di kitab Mazmur, Amsal, dan Pengkhotbah, ‘bebal’ atau ‘bodoh’ adalah lawan kata dari ‘bijaksana’. Bijaksana secara umum diartikan sebagai tahu bagaimana bersikap dan bertindak benar, serta bersedia belajar. Arti bebal adalah kebalikannya. Ciri sifat bebal antara lain: keras kepala, sering bertindak bodoh, tidak mau menerima pendapat, merasa diri benar, dan cepat marah. 8Anakku, dengarkanlah nasihat ayahmu, 9Karena nasihat dan didikan orangtuamu ibarat mahkota 10Anakku, janganlah tergoda bila orang berdosa membujukmu mengikuti perbuatan mereka! 11Orang jahat berkata, 1:11-14 Kej. 37:35 15Anakku, jangan mengikuti jalan hidup mereka! 16Orang-orang itu cepat berbuat jahat 17Namun, sesungguhnya keserakahan mereka 20Hikmat ibarat seorang guru yang berseru di jalan-jalan, 1:20 Hikmat Mulai ayat ini sampai ayat 33, Raja Salomo menggunakan gaya bahasa personifikasi— artinya, hikmat digambarkan seperti seorang figur yang melakukan berbagai peran layaknya manusia. Personifikasi serupa dipakai lagi di beberapa perikop dalam pasal 3-4 dan 8-9. Untuk setiap personifikasi, TSI menggunakan huruf H kapital pada kata ‘Hikmat’ guna mencerminkan hikmat seperti suatu pribadi. Dalam kitab Amsal dan Pengkhotbah, Salomo menekankan agar manusia mencari ‘kebijaksanaan’, baik dengan berpikir, belajar dari orang lain, maupun lewat pengalaman. Namun, meski seakan didapat dengan cara-cara yang alamiah, Alkitab menegaskan bahwa sebenarnya segala kebijaksanaan berasal dari Allah (Ams. 2:6). Demi kejelasan, TSI membedakan penggunaan kata ‘hikmat’ dan ‘kebijaksanaan’. ‘Hikmat’ dipakai dalam dua konteks: 1) Ketika suatu pemikiran bijaksana didapat manusia dengan cara ajaib atau inspirasi langsung dari Allah (Kis. 6:10; 9:22). 2) Ketika menerjemahkan personifikasi hikmat sebagai suatu figur/pribadi. Sebaliknya, kata ‘kebijaksanaan’ digunakan ketika ayat berbicara tentang sikap bijaksana yang didapat dengan cara alamiah. Kedua istilah tersebut juga dapat dipakai sebagai sifat Allah sendiri (Ams. 3:19-20). 21Di persimpangan jalan dia berteriak mengundang orang banyak, 22“Hai orang-orang yang tidak berpengalaman, 23Bila kalian mau berbalik dan memperhatikan teguranku, 24Tetapi Hikmat itu juga ibarat guru yang mengeluh, 25Kalian mengabaikan semua nasihatku 26Kelak malapetaka akan menyerbu kalian 28“Saat itu, kalian akan berteriak minta tolong kepadaku, 29Mengapa? 30Kalian menolak nasihatku 31Itu sebabnya kalian akan menanggung akibat perbuatanmu sendiri. 32Orang yang tak berpengalaman akan ikut jalan sesat lalu binasa. 33Tetapi orang yang mendengarkan aku akan hidup tenteram.

Kikomo cha Kila Siku Kimefikia

Boresha mpango wako ili kuendelea na matumizi ya vipengele vya AI na mipango ya juu ya kila siku.

Linganisha mipango yote →